Thanks to Rizqy Amelia Zein & Jessica Felisa Nilam for Translations. Thank you to Bryna Budiman for story excerpts. Thank you to Deandre Sugandhi and Kevin Sudaryanto for video editing.

#WhatIWishTheyKnew

SEANDAINyA

mereka

tahu

Gerakan kesehatan mental yang bertujuan untuk memahami anda lebih baik

Setiap orang pasti pernah mengalami masa sulit dalam hidup mereka. Saya salah satunya. Baik gejala depresi, serangan panik (panic attack), berpisah dengan pasangan, maupun kematian orang yang disayangi. Begitulah ujian yang harus kita hadapi dalam kehidupan. Kami ingin membantu mereka yang sedang melewati masa-masa sulit seperti ini, dan kami butuh bantuan kamu. Kami ingin kamu untuk berbagi cerita tentang apa saja yang kamu harap orang-orang di sekitar kamu ketahui. Entah itu keluarga, teman-teman terdekat, atasan, guru, atau siapa saja. Ceritakan apa yang kamu harap mereka tahu, katakan, atau lakukan. Atau mungkin sebaliknya ada sesuatu yang sudah mereka lakukan, yang sangat berarti buat kamu, dan kamu ingin ceritakan kepada teman-teman di sini. Cerita kamu akan sangat berguna bagi kami untuk meciptakan Progam Pelatihan Kesehatan Mental, sehingga nantinya SIAPA SAJA bisa belajar tentang cara terbaik merawat diri dan tentunya menolong orang-orang di sekitar mereka. Mari kita bekerjasama untuk mencapai kesehatan mental yang lebih baik!

 

Tanpa memberikan identitas, ceritakan di sini sepanjang atau sesingkat yang kamu mau tentang apa saja yang sudah kamu lewati, dan yang kamu harap orang lain tahu atau lakukan kepadamu (atau yang kamu harap mereka tidak katakan/lakukan kepadamu). Sebagai contoh, ini cerita saya:

“Ketika saya sedang menjalani studi di Australia, saya terdiagnosa dengan depresi. Saya sama sekali tidak punya tenaga untuk belajar, melakukan pekerjaan rumah, ataupun bertemu teman-teman. Bahkan saya merasa ingin bunuh diri, meskipun saya masih pergi ke gereja. Saya ingat ada satu waktu ketika saya sudah merencanakan bagaimana saya akan bunuh diri. Saya sangat jarang bertemu dengan teman-teman saya walaupun sudah diajak untuk keluar. Kalaupun saya di luar, saya tetap merasa kesepian tanpa alasan. Seandainya mereka tahu bahwa saya sangat benci diri saya sendiri dan saya merasa bersalah karena sering menolak ajakan mereka, tetapi sedih yang saya rasakan sangat menyakitkan. Saya merasa gagal. Terutama karena saat itu saya sedang melewati masa penting dalam studi saya. Apapun yang saya coba sepertinya tidak membuat keadaan lebih baik. Pada saat itu pula, relasi saya dengan ayah saya tidak baik, kami sering bertengkar. Seandainya dia tahu seberapa saya merasa tersakiti karena masalah keluarga kami.”

arrow&v
arrow&v
ABOUT US

This project is led by Sandersan (Sandy) Onie, a psychology PhD Candidate at UNSW Sydney and founder of Institute of Emotional Health Indonesia, in partnership with Benny Prawira, the founder of Into the Light. Having fought mental illnesses ourselves, and seeing others around us locked in the battle, we are passionate to see Indonesian mental health improve, and are working relentlessly to see this happen. 

sandersan (sandy) onie

Psychology PHD Candidate, UNSW Sydney

Mental Health, Experimental Psychology and Statistics Expert

Founder of Institute of Emotional Health Indonesia

www.sandyonie.com

Twitter: @SandersanOnie

benny prawira

Masters of Social Health Psychology, Atma Jaya

Suicidologist and Mental Health Expert

Founder and Head Coordinator of Into the Light

www.intothelightid.org

Twitter: @bennysiauw89

CONTACT US

If you would like to give feedback or suggestions, and/or partner with to gather information specific to your organization or bring the campaign to your country, use the data for your research, or discuss future projects, please contact us below.